Pendekatan Geografi
Pendekatan Geografi
Pengertian pendekatan geografi adalah langkah dan metodologi khusus untuk melakukan analisa dan memahami bermacam-macam gejala serta fenomena geosfer, terutama pada interaksi antara makhluk hidup terhadap lingkungannya. Macam-macam pendekatan geografi ini berdasarkan dari keempat prinsip geografi yaitu prinsip distirbusi, interelasi, deskripsi, serta korologi.
3 Pendekatan Geografi
1. Pendekatan Keruangan (Spasial Analysis)
Pendekatan keruangan merupakan salah satu jenis pendekatan yang digunakan di dalam geografi. Ada beberapa pengertian mengenai pendekatan geografi, antara lain:
- Pendekatan keruangan (spacial analysis) adalah salah satu dari tiga pendekatan geografis. Pendekatan ini menjadi pendekatan yang khas dalam geografi karena menjadi studi tentang keragaman ruang muka bumi dengan menelaah tiap tiap aspek keruangannya.
- Pendekatan keruangan, suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang yang berkaitan dengan fenomena fisik permukaan bumi. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur keruangan (spatial structure), pola keruangan (spatial pattern), dan proses keruangan (spatial processes).
Dalam pendekatan ini, peneliti mengkaji tentang persamaan dan perbedaan suatu kejadian atau fenomena geosfer melalui aspek keruangan. Aspek-aspek keruangan geografi meliputi faktor lokasi, kondisi alam, kondisi sosial budaya masyarakat. Peneliti juga memperhatikan faktor distribusi, letak, interelasi, serta interaksi masyarakat di suatu wilayah. Pendekatan ini juga berguna untuk manusia terkait aspek hidrologi, pedologi, dan klimatologi.
Pada dasarnya, pendekatan keruangan mengacu kepada kondisi alam, faktor slokasi, dan faktor sosial budaya di suatu wilayah. Tujuan adanya pendekatan ini untuk mengetahui bagaimana persebaran baik manusia, hewan, maupun tumbuhan yang ada di permukaan bumi kemudian interelasi antar makhluk hidup, serta interaksi antar makhluk hidup yang mendiami suatu daerah yang sama.
Sebagai contoh pada peta topografi berisi mengenai ketinggian suatu wilayah. Di dalam peta topografi terdapat kontur yang digunakan sebagai gambaran visual dari ketinggian. Sedangkan peta yang hanya menampilkan gambaran umum disebut peta dasar. Peta dasar tidak dapat dibaca secara keseluruhan hanya karena menampilkan pokok inti dari penyajian peta tersebut. Karena itu, diperlukan pendekatan keruangan untuk membaca peta dasar tersebut. Maka, ketiga faktor yang menjadi acuan dalam pendekatan keruangan memiliki penjelasan sebagai berikut:
1. Kondisi alam
Dari peta topografi tersebut diperlukan simbol-simbol yang menunjukkan gambaran permukaan bumi. Pada definisi peta topografi tetap akan ditampilkan simbol danau, sungai, hutan, dan lainnya
2. Lokasi
Faktor lokasi paling sederhana dengan cara menambahkan kondisi administrasi pada peta tersebut. Kondisi administrasi paling utama dengan mencantumkan peta judul. Lokasi administrasi tetap akan “buta” apabila tidak dilengkapi dengan jalan dan batas administrasi. Jalan menggambarkan aksebilitas lokasi, sedangkan batas administrasi menggambarkan sudut-sudut ruang geografi
3. Sosial Budaya
Faktor ini erat kaitannya dengan pemukiman masyarakat. Analisis pemukiman digunakan untuk mengkaji persebaran penduduk. Seperti persebaran penduduk memusat, menyebar, dan lainnya.
Kemudian ada juga contoh lainnya sebagai berikut :
- Sebidang tanah harganya mahal karena tanahnya subur
- Sebidang tanah harganya mahal karena letaknya di pinggir jalan
Pada contoh tersebut, yang pertama menilai tanah berdasarkan produktivitas pertanian sedangkan yang kedua menilai tanah berdasarkan nilai ekonomi atau uangnya yaitu letak yang strategis
2. Pendekatan Kelingkungan (Ekologi)
Pendekatan kelingkungan merupakan salah satu jenis pendekatan yang digunakan di dalam geografi. Ada beberapa pengertian mengenai pendekatan geografi, antara lain:
- Pendekatan lingkungan didasarkan pada salah satu prinsip dalam disiplin ilmu biologi, yaitu interelasi yang menonjol antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam analisis lingkungan, geografi menelaah gejala interaksi dan interelasi antar komponen fiskal (alamiah) dengan nonfisik (sosial).
- Pendekatan kelingkungan, suatu cara pandang atau pendekatan terhadap keterkaitan fenomena geosfer tertenu dengan variabel lingkungan. Pendekatan kelingkungan dalam kerangka analisis mengaitkan hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan alam di suatu ruang.
Pendekatan ekologi menganalisa dengan melihat perubahan komponen biotik dan abiotik dalam keseimbangan ekosistem suatu wilayah. Seperti pada padang rumput yang ditinggalkan kelompok hewan pemakan rumput akan menyebabkan terjadinya perubahan lahan dan kompetisi penghuninya.
Pada dasarnya, pendekatan ekologi membahas prinsip biologi tentang interelasi antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat tinggalnya. Bertujuan mengkaji fenomena geosfer dengan memperhatikan antara interaksi organisme yang ada disana terhadap lingkungannya. Selain membahas aspek alamiah dan sosialnya, pendekatan ekologi juga berfokus pada perilaku organisme dan perubahan fenomena lingkungan yang terjadi dengan sendirinya tanpa ada keterkaitan dengan makhluk lain.
Sebagai contoh dapat dilihat dari fenomena banjir di suatu wilayah. Fenomena ini dapat di identifikasi melalui tahapan pendekatan ekologi yang hasilnya dapat di analisa untuk menemukan solusi masalah. Identifikasi meliputi kondisi fisik, sikap dan perilaku masyarakat, serta analisa interaksi. Penjelasannya sebagai berikut:
- Identifikasi fisik
Harus ditemukan dulu keterangan kondisi fisik lingkungan tersebut yang menjadi pendorong terjadinya banjir di wilayah tersebut. Seperti topografi, jenis tanah, curah hujan, dan kondisi bangunan di daerah tersebut
- Identifikasi sikap dan perilaku masyarakat
Ketahui dulu bagaimana tindakan masyarakat sekitar dalam mengelola alam di lokasi banjir tersebut, misalnya alih fungsi lahan pertanian, penggundulan hutan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, dan pola pemukiman
- Analisa Interaksi
Terkait hubungan identifikasi fisik dan sikap masyarakat tersebut harus di analisa untuk menemukan alternatif pemecahan masalah banjir tersebut serta solusi bagaimana seharusnya sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya terutama wilayah banjir.
3. Pendekatan Kompleks Wilayah
Pendekatan kompleks wilayah merupakan salah satu jenis pendekatan yang digunakan di dalam geografi. Ada beberapa pengertian mengenai pendekatan geografi, antara lain:
- Pendekatan wilayah sering disebut sebagai analisis regional. Definisi pendekatan wilayah adalah gabungan permukaan bumi dengan lingkungan. Secara garis besar pengertian pendekatan wilayah adalah hubungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan ekologi. Pendekatan wilayah menggunakan prinsip geografi yang disebut sebagai diferensiasi areal. Diferensiasi areal menyebabkan interaksi antara suatu wilayah dengan wilayah lain.
- Pendekatan kompleks kewilayahan, suatu cara pandang atau pendekatan dengan mengombinasikan antara pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan. Wilayah sebagai objek memiliki kajian yang bersifat horizontal adalah analisis yang menekankan keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan aspek kelingkungan.
Pendekatan kompleks wilayah menganalisa suatu wilayah dengan membandingkan berbagai kawasan di muka bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah secara komperhensif. Secara umum, pendekatan ini adalah gabungan antara spasial dan ekologi. Contohnya wilayah kutub tentu sangat berbeda karakteristik wilayahnya dengan wilayah khatulistiwa.
Analisis ini menekankan adanya diferensiasi areal atau perbedaan karakteristik pada tiap wilayah di bumi. Hal ini mendorong adanya interaksi antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Hasil pendekatannya tertuang menjadi sebuah peta dan dipelajari melalui disiplin ilmu kartografi. Kartografi adalah ilmu yang mempelajari tentang peta. Pembuat peta disebut kartograf. Kartograf memperhatikan penggunaan keruangan dan ekologi dari segi kewilayahan agar acuan penyusunan peta dapat dilakukan dengan maksimal. Contoh dalam fenomena wilayah dan perwilayahan terdapat karakteristik daerah. Karakteristik ini merupakan unsur utama dalam mealkukan suatu pembangunan.
Sebagai contoh dapat dilihat dari cara membangun rumah atau bangunan dilihat dari karakteristik wilayahnya. Misalnya membangun rumah di daerah rawan banjir atau daerah dekat pantai maka fondasi akan di tinggikan dari biasanya untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau pasang air laut.

Komentar
Posting Komentar